Laman

Senin, 24 Oktober 2011

Pemilik Pabrik Kulit Hanya Diperiksa Jadi Saksi


* Pasca Penangkapan DPO Terduga Teroris


PilarRakyat, Madiun
Zaky Muhammad Adibani (59) pemilik pabrik penyamakan kulit UD SKA (Sari Kulit Asli), warga Jl. Raya Dolopo Kel Bangunsari Kec Dolopo Kab Madiun Jawa Timur, akhirnya diperiksa tim penyidik Polres Madiun. Sayangnya, meski diduga menyembunyikan buron terduga teroris, ia hanya diperiksa sebagai saksi. 

Pemeriksaan dilakukan menyusul tertangkapnya buron teroris kasus bom Cirebon, Nanang Irawan alias Nang Ndut, di pabrik penyamakan kulit UD SKA, oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, Jumat (21/10) lalu.

Selain Zaky, polisi juga memeriksa tiga orang saksi lainnya, diantaranya  Samsul Ucok, Eny Astuti, keduanya karyawan UD SKA (teman kerja Nanang Irawan alias Nang Ndut terduga teroris),  dan  Sukanti tetangga pemilik pabrik.

Kapolres Madiun AKBP Nanang Juni Mawanto, dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. “Keempatnya sudah kami periksa sebagai saksi saja, termasuk pemilik Home Industri Kulit tersebut,dan sampai saat ini belum ada tersangka lainnya,” kata Nanang Senin (24/10).

Sementara itu Zaky saat di temui mengatakan pihaknya tidak membantah ketika Nanang Irawan masuk kerja tanpa menyerahkan  identitas dirinya. ”Saya percaya begitu saja karena ia di rekom oleh Faisal teman saya,” aku Zaky.

Zaky juga mengaku dari 19 karyawannya ketika menlamar kerja tidak ada yang menyerahkan kartu identitas. ,”Rata–rata pekerja saya adalah rekom dari teman teman saya,” tambahnya.

Sementara itu Ketua RT setempat Hasim Ashari juga mengaku teledor, hingga dilingkup RT nya di jadikan tempat sembunyi seorang teroris. ”Pak Zaki sendiri juga tidak melaporkan karyawannya pada kami, seharusnya jika ada karyawannya yang menginap pihak yang bersankutan harus lapor,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nanang Irawan atau Nang Ndut, DPO terduga teroris kasus bom Cirebon, ditangkap di pabrik penyamakan kulit oleh Densus 88 Antiteror Jumat (21/10) pagi. Nahasnya, penangkapan tersebut berada 200 meter dari kantor Polsek Dolopo.

Bahkan, Nan Ndut lebih dari tiga bulan bekerja di lokasi yang dekat dengan markas polisi, tapi keberadaan Nang Ndut seolah tak terendus Kepolisian setempat yang lokasinya sangat dekat.

Padahal sebelumnya, Polisi sudah mensosialisasikan daftar nama buron teroris. Selain itu, menurut keterangan sejumlah warga, Gilang Rian Janu seringkali keluar beraktivitas. Seperti mulai ikut arisan mewakili pemilik penyamakan kulit, hingga beraktivitas di sebuah warnet. (mdn-1)

Minggu, 23 Oktober 2011

DPU Klaim Progres Proyek PCB Plus 0,6 Persen

PilarRakyat, Madiun
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Kabupaten Madiun Jawa Timur tampaknya mulai keluarkan jurus penyelamatan bagi PT Idee Murni Pratama pelaksana mega proyek pembangunan pasar baru Caruban (PCB). Meski pekerjaan proyek masih ‘karut marut’ dan disinyalir menyimpang, namun pihak Dinas justru mengklaim progress report pengerjaan proyek plus 0,6 persen.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek PCB Kabupaten Madiun,  Gunawai, secara tegas mengatakan jika secara umum pekerjaan PCB tidak mengalami keterlambatan.

“Jadwal pengurugan mengalami keterlambatan, namun progres untuk semua pekerjaan plus 0,6 persen,” klaim Gunawi yang juga Kepala Bidang Tata Ruang dan Bangunan DPU BMCK Kab Madiun ini.

Dia menegaskan, meski ada keterlambatan masalah pengurukan, namun tidak   membuat pihak pelaksana yaitu PT Idee Murni Pratama menghentikan pekerjaan, seperti halnya pemancangan.

“Proses pemancangan sudah bisa dimulai per hari ini. Sekarang sudah droping material pancang. Mungkin dalam 2 atau 3 hari kedepan sudah dimulai pemancangan,” ujarnya.

Dijelaskan, mengenai rencana pemancangan akan dimulai dari zone satu. Sebab, dari empat zone pengurukan, baru satu zone yang sudah mencapai 100 persen. “Pekerjaan ini simultan. Kalau pekerjaan di zone satu selesai maka giliran pekerjaan bawah pondasi yang masuk. Jadi, tahapannya seperti itu,” ujarnya.

Disinggung terkait dengan tidak lancarnya material PCB, Gunawi mengatakan, PT Idee Murni Pratama sudah mengambil langkah dan akan menambah supllier tanah urug. Bahkan, ia juga berjanji menyelesaikan pekerjaan pemancangan dan  pengurugan di zone satu dalam satu bulan kedepan.

”Kita terkendala di suplai material. Meski begitu, hal itu tidak mengganggu program kerja. Jadi pengurugan masih on scedule, walau pun target satu bulan pengurugan tidak tercapai,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembangunan mega proyek PCB diatas lahan 1,8 hektare diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp. 70 miliar dari APBD I dan II.  Namun dalam pelaksanaannya ada banyak persoalan.

Diantaranya, soal besi beton pada pondasi pagar yang dicor, jaraknya terlalu lama dari pengecoran pertama. Pengecoran straus tidak menyisakan sekitar 20-30 centimeter untuk pengecoran berikutnya.

Sedangkan, paling menonjol adalah, pekerjaan teknis pengurukan hingga kini masih berjalan sekitar 66 persen.  Padahal jatuh tempo pengurukan pada 23 Oktober depan. Dari empat zone lokasi pengurukan masing-masing berukuran 46,5 x 46,5 meter, baru satu zona yang rampung 100 persen. 

Alasan Pelaksana Proyek PCB, pekerjaan pengurukan molor, karena masalah teknis,  seperti tidak lancarnya pasokan material urug yang diambil dari lokasi penggalian di Kaliabu. Tak heran, jika membuat Komisi D DPRD setempat geram dan memberikan warrning keras. (jur)

Sabtu, 22 Oktober 2011

Mahmud Adib: JAMI’ATUL KHOIR DALAM PENDIDIKAN ISLAM

Mahmud Adib: JAMI’ATUL KHOIR DALAM PENDIDIKAN ISLAM: Lahirnya beberapa organisasi Islam di Indonesia lebih banyak karena didorong oleh mulai tumbuhnya sikap patriotism dan rasa nasionalisme ser...

Kamis, 20 Oktober 2011

Sabung Ayam Akhirnya Diobrak PM


PilarRakyat, Madiun
Arena judi sabung ayam di wilayah Jiwan Kabupaten Madiun Jawa Timur selama ini diduga dibekingi oknum aparat, akhirnya diobrak-abrik. Dalam razia mendadak itu,  petugas Denpom V/I  Madiun berhasil mengamankan orang diduga maniak judi.

Penggerebekan dilakukan, setelah ada laporan dari masyarakat melalui telepon ke Markas Den Pom Madiun, yang menerangkan jika ada judi sabung ayam diikuti oknum TNI.   

Atas dasar laporan itu, puluhan anggota dari Den POM Madiun bergerak menuju ke lokasi guna melakukan penggerebekan. Al hasil, enam orang yang di diduga ikut terlibat judi dan barang bukti tujuh ayam diamankan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tidak ada anggota TNI yang terlibat judi. Selanjutnya perkara tersebut dilimpahkan ke Polisi. Namun, innformasi lain menyebutkan, jika ada salah satu orang yang berhasil kabur.

Secara terpisah, Komandan Deltasemen Polisi Militer  Letkol  Edy Purnomo dikonfirmasi wartawan membenarkan melakukan penggerebekan. Menurutnya, operasi tersebut di gelar untuk menindak lanjuti laporan masyarakat yang mulai resah akibat perjudian sabung ayam.

“Hal itu juga kami lakukan untuk menindak jika ada anggota TNI  yang nakal. Namun waktu penggrebekan, anggota kami tidak ada yang di lokasi perjudian dan akhirnya kami limpahkan ke Polres Madiun,” katanya.

Informasi lain di wilayah Jiwan, arena judi sabung ayam sebenarnya sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun, selama ini tidak ada tindakan tegas dari aparat Kepolisian. (mdn-1)

Front GBK Madiun Tuntut SBY Lengser



PilarRakyat, Madiun
Puluhan aktivis Madiun Jawa Timur tergabung dalam Front Gerakan Kemandirian Bangsa (GBK), Kamis (20/10/11) aksi demo menuntut Susilo Bambang Yudhoyono- Boediono (SBY-Boediono) lengser. Karena dinilai gagal memimpin Indonesia dan sejahterakan rakyat.

Aksi dua tahun peringatan Pemerintahan SBY di depan patung Kolonel Marhadi Alon-Alon Kota Madiun ini diikuti dari aktivis berbagai organisasi, seperti Front Pemuda Kerakyatan (FPK), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Madiun, LSM Gerakan Rakyat Madiun (Geram) dan Ormas Gerakan Tangkap Koruptor (Gertak) Blitar.

Dalam aksinya, sejumlah lagu pergerakan dinyanyikan, sembari meneriakan yel-yel yang menghujat kepemimpinan SBY-Boediono. “Turun..turun... Turunkan SBY... Turunkan SBY sekarang juga. Gantung…gantung SBY sekarang juga," ujar puluhan massa.

Selain itu, massa juga menggelar aksi teratikal pembakaran poster. Diantaranya bertuliskan, ”Nasionalisasi aset-aset Negara juga Freeport yang dikuasi asing, Turunkan SBY penjual dan pengkhianat rakyat, Reshuffle kabinet SBY kesejahteraan rakyat semu, Nasionalisasi atau SBY turun”.

Dalam orasinya, seorang peserta menilai tujuh tahun SBY telah gagal memimpin negeri ini dan mensejahterakan rakyat.  Karena, 66 tahun merdeka, semakin lama bukan ada perbaikan yang dirasakan, tapi kesengsaraan dan penyimpangan yang terjadi di berbagai sudut negeri ini. Banyak aset-aset Negara dikuasai asing seperti halnya Freeport. 

“Reshuffle kabinet yang bertele-tele juga wujud kegagalan kepemimpinan SBY. Karena itu, kami menuntut nasionalisasi asset Negara termasuk Freeport sesuai pasal 33 UUD atau SBY turun,” tegas Waluyo alias Walondet aktivis FPK. (joyo)